SMP Muhammadiyah 14

Our Visitor

001849
Total views : 92287
Your IP Address : 182.6.85.133
Server Time : 2025-11-25

Siswa SMP Muhammadiyah 14 Surabaya Rayakan Hari Batik Nasional dengan Kreasi Empat Jenis Batik

smpmtsmusby.com – Dalam rangka memperingati Hari Batik Nasional, siswa-siswi SMP Muhammadiyah 14 Surabaya menggelar kegiatan bertema kreatif dan edukatif dengan membuat berbagai jenis batik. Melalui kegiatan ini, sekolah berupaya menanamkan kecintaan terhadap budaya bangsa sekaligus melatih keterampilan artistik para pelajarnya.

Selama tiga hari, mulai 30 September hingga 2 Oktober 2025, lingkungan sekolah disulap menjadi ruang kerja kreatif. Siswa tampak antusias mengikuti praktik pembuatan empat jenis batik, yaitu batik tulis, batik cap, eco print, dan shibori. Setiap kelompok siswa mendapat kesempatan untuk mempelajari langsung teknik serta filosofi di balik setiap jenis batik tersebut.

Kepala SMP Muhammadiyah 14 Surabaya, Hanif Ashar, S.Pd., dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata upaya sekolah dalam melestarikan warisan budaya bangsa. “Kami ingin siswa tidak hanya mengenal batik dari teori, tetapi juga memahami proses dan nilai-nilai budaya yang terkandung di dalamnya,” ujarnya.

Kegiatan puncak yang digelar pada Kamis (2/10) berlangsung meriah. Acara diawali dengan sambutan dan motivasi dari kepala sekolah, dilanjutkan demonstrasi teknik batik oleh guru seni, serta diakhiri dengan pameran mini hasil karya siswa.

Seluruh siswa kelas VII hingga IX menjadi peserta utama kegiatan ini. Mereka dibimbing langsung oleh guru seni dan beberapa guru yang memiliki keterampilan membatik. Sekolah juga menyediakan perlengkapan lengkap, mulai dari kain, canting, lilin, pewarna alami dan sintetis, hingga daun-daunan untuk teknik eco print.

Adapun tujuan dari kegiatan ini antara lain:

  1. Melestarikan budaya nasional – memperkenalkan batik sebagai warisan budaya takbenda yang telah diakui UNESCO.

  2. Mengembangkan kreativitas siswa – mendorong siswa untuk menciptakan motif dan desain batik hasil karya sendiri.

  3. Mewujudkan pembelajaran interaktif – menghadirkan pengalaman belajar langsung yang lebih bermakna dibandingkan teori di kelas.

  4. Menumbuhkan rasa bangga terhadap budaya lokal – dengan membuat karya sendiri, siswa semakin mencintai produk budaya Indonesia.

Kegiatan dibagi menjadi tiga sesi, yakni demonstrasi teknik, praktik langsung, dan pameran hasil karya. Setiap tahap dilaksanakan dengan pendampingan intensif dari guru agar siswa dapat memahami proses dengan benar.

Kegiatan berlangsung sukses dan penuh semangat. Siswa tampak bangga menunjukkan hasil karya mereka yang beragam dan penuh warna. Kepala sekolah berharap kegiatan serupa dapat menjadi agenda tahunan agar semangat melestarikan budaya terus tumbuh di kalangan pelajar Muhammadiyah.

Advertisment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *