Smpmtsmusby.com – SMP Muhammadiyah 5 Pucang Surabaya (Spemma) resmi melepas rombongan peserta Overseas Study 2025 menuju China melalui Bandara Internasional Juanda, Senin, 8 Desember 2025.
Sebanyak 33 peserta berangkat dalam program ini, terdiri atas 29 siswa, dua guru pendamping, serta dua perwakilan orang tua.
Selama sepuluh hari, mulai 8 hingga 17 Desember 2025, para peserta akan mengeksplorasi empat kota besar di China: Beijing, Shenzhen, Guangzhou, dan Hong Kong. Mereka dijadwalkan mengunjungi sekolah, universitas, hingga Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Beijing.
Humas SMP Muhammadiyah 5 Pucang Surabaya, Miftakul Khoir, menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk membuka wawasan siswa mengenai bahasa, budaya, kemajuan teknologi, dan sistem pendidikan di China.
“China saat ini menjadi salah satu negara dengan perkembangan teknologi paling pesat. Ini kesempatan bagi siswa belajar langsung dari sumbernya,” ujarnya.
Sebelum diberangkatkan, para siswa telah mengikuti pembekalan materi dasar terkait bahasa dan budaya China, serta mempersiapkan sejumlah atribut budaya Indonesia, termasuk busana daerah, untuk ditampilkan di berbagai agenda kunjungan.
Khoir menambahkan, kunjungan ke KBRI akan menjadi momen penting bagi siswa untuk memahami hubungan diplomatik Indonesia–Tiongkok. Selain itu, mereka juga akan menampilkan identitas budaya Tanah Air melalui tarian tradisional Jawa Cublak-cublak Suweng serta menyanyikan lagu-lagu Nusantara.
“Kami ingin siswa bangga dengan budaya sendiri. Mengenalkan budaya Indonesia ke luar negeri adalah pengalaman berharga bagi mereka,” tuturnya.
Ia menegaskan bahwa 29 siswa yang diberangkatkan telah melalui proses seleksi ketat, terutama dalam aspek akademik dan akhlak.
“Kompetensi bahasa Inggris menjadi syarat utama karena mereka harus mampu berkomunikasi dengan masyarakat internasional,” tegasnya.
Program Overseas Study Spemma ini memasuki tahun ketiga. Pada 2023, Spemma mengadakan kunjungan ke Singapura dan Malaysia, disusul perjalanan ke Jepang pada 2024, dan tahun 2025 ini China menjadi tujuan pembelajaran global berikutnya.
