smpmtsmusby.com – Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Busyro Muqoddas menilai pola pendidikan dan pengembangan bakat jurnalisme yang diterapkan SMP Muhammadiyah 7 (MUTU) Surabaya layak menjadi contoh bagi sekolah-sekolah di Indonesia.
Penilaian tersebut disampaikan Busyro usai mengisi kajian di Masjid Gunung Sari Indah (GSI), Karang Pilang, Surabaya, yang dihadiri ribuan jamaah. Seusai acara, Busyro diwawancarai oleh tim jurnalis siswa sekolah tersebut.
Busyro menilai, pembekalan keterampilan jurnalistik dan sinematografi kepada siswa merupakan langkah yang relevan dengan tantangan generasi muda saat ini, khususnya di era digital dan visual.
“Apa yang dilakukan SMP Muhammadiyah 7 Surabaya sudah sangat tepat. Ini merupakan pendekatan modern karena ke depan setiap orang dituntut mampu menyampaikan gagasan secara efektif, baik secara lisan, tulisan, maupun visual,” kata Busyro.
Menurut dia, jurnalisme tidak sekadar aktivitas ekstrakurikuler, melainkan sarana pendidikan karakter dan instrumen penting dalam kehidupan demokrasi. Karena itu, pengenalan jurnalisme sejak usia sekolah dinilai strategis dalam membentuk cara berpikir kritis dan bertanggung jawab.
Dalam kesempatan tersebut, Busyro juga menekankan bahwa pembentukan kepemimpinan tidak cukup bertumpu pada capaian akademik semata. Ia menyebut perlunya keseimbangan antara nilai, pengetahuan, dan keterampilan.
Busyro merangkum konsep tersebut dalam tiga pilar utama, yakni iman sebagai fondasi moral, ilmu sebagai dasar berpikir rasional, serta amal atau keterampilan sebagai implementasi nyata, termasuk melalui karya jurnalistik dan sinema yang dihasilkan siswa.
Menutup pernyataannya, Busyro berharap model pendidikan berbasis kepemimpinan yang diterapkan SMP Muhammadiyah 7 Surabaya dapat terus dikembangkan melalui kolaborasi berbagai pihak.
“Jika pendidikan seperti ini didukung secara berkelanjutan oleh orang tua, guru, dan masyarakat, maka sekolah ini benar-benar dapat menjadi contoh bagi sekolah-sekolah lain di Indonesia,” ujarnya.
