smpmtsmusby.com – Rapat Kerja (Raker) Musyawarah Kerja Kepala Madrasah (MKKM) Tsanawiyah Swasta se-Kota Surabaya yang berlangsung pada Sabtu–Ahad (10–11/1/2026) di kawasan Pantai Pulau Merah, Banyuwangi, menghasilkan sejumlah keputusan strategis. Salah satu keputusan penting dalam forum tersebut adalah penetapan Drs. H. Supriyanto Mantan Kepala MTs Muhammadiyah 19 sebagai Koordinator Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) seluruh mata pelajaran MTs swasta di Surabaya.
Penunjukan tersebut menarik perhatian karena Drs. H. Supriyanto menjadi satu-satunya perwakilan dari Muhammadiyah di antara sekitar 60 madrasah tsanawiyah swasta yang tergabung dalam MKKM Tsanawiyah Swasta Surabaya. Sosoknya dikenal luas di lingkungan pendidikan, khususnya karena pengalaman panjangnya memimpin lembaga pendidikan. Ia pernah menjabat sebagai Kepala MTs Muhammadiyah 19 Surabaya pada periode 2020–2024.
Menanggapi kepercayaan yang diberikan kepadanya, Supriyanto mengungkapkan rasa syukur sekaligus kesadarannya atas tanggung jawab besar yang harus diemban. Ia menegaskan bahwa amanah tersebut akan dijalankan dengan penuh kesungguhan.
“Ini adalah tanggung jawab yang tidak ringan. Amanah ini bukan hanya membawa nama pribadi, tetapi juga mencerminkan nama baik Muhammadiyah,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan bahwa dari puluhan MTs swasta yang ada di Surabaya, saat ini baru MTs Muhammadiyah 19 yang tergabung dalam MKKM Tsanawiyah Swasta. Namun demikian, ia berharap pada tahun ini akan menyusul bergabung MTs Muhammadiyah 20 Surabaya.
Rekam jejak Supriyanto menjadi salah satu pertimbangan utama dalam penunjukannya sebagai koordinator MGMP. Selain memimpin MTs Muhammadiyah 19 Surabaya selama empat tahun, ia juga pernah menjabat sebagai Kepala SMP Muhammadiyah 1 Surabaya selama sembilan tahun serta Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP Swasta Pusat Kota Surabaya selama tiga tahun.
Pengalaman lintas jenjang pendidikan tersebut dinilai menjadi modal penting dalam membangun koordinasi MGMP yang lebih terintegrasi dan efektif.
Selama ini, MKKM Tsanawiyah Swasta Surabaya belum memiliki struktur MGMP untuk masing-masing mata pelajaran. Kondisi tersebut kerap menimbulkan kendala, terutama dalam proses penyusunan soal Sumatif Akhir Semester (SAS) dan Sumatif Akhir Tahun (SAT) yang selama ini disusun secara terpusat di tingkat MKKM sebelum didistribusikan ke madrasah-madrasah.
Dengan dibentuknya MGMP, koordinasi antarguru mata pelajaran diharapkan dapat berjalan lebih optimal. Selain memudahkan penyusunan perangkat evaluasi pembelajaran, MGMP juga diharapkan menjadi ruang strategis untuk peningkatan kompetensi guru melalui pelatihan, diskusi pedagogik, serta pengembangan profesional berkelanjutan.
Penetapan koordinator MGMP ini menjadi momentum penting dalam upaya penguatan peran guru mata pelajaran serta peningkatan mutu pendidikan madrasah tsanawiyah swasta di Kota Surabaya.
