Our Visitor

001844
Total views : 92076
Your IP Address : 36.79.118.118
Server Time : 2025-11-24

SMP Muhammadiyah 2 Surabaya Peringati Hari Pahlawan

smpmtsmusby.com – SMP Muhammadiyah 2 (SMPM 2) Surabaya memperingati Hari Pahlawan dengan upacara dan jalan sehat mengenakan pakaian adat di Hotel Majapahit, Surabaya, Jawa Timur. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang penghormatan kepada para pahlawan, tetapi juga sarana menumbuhkan kesadaran sejarah dan kecintaan terhadap budaya bangsa.

Kepala SMP Muhammadiyah 2 Surabaya, Achmad Jamaludin DM, menjelaskan bahwa Hotel Majapahit yang dahulu dikenal sebagai Hotel Yamato dipilih karena memiliki nilai historis besar dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia.
“Hotel Majapahit menjadi saksi peristiwa heroik saat arek-arek Suroboyo merobek bendera penjajah dan mengibarkan Merah Putih. Di situlah semangat perjuangan lahir,” ujarnya di sela kegiatan, Senin.

Menurut Jamaludin, kegiatan tersebut bukan sekadar seremonial tahunan, tetapi juga bagian dari proses belajar agar peserta didik memahami perjuangan para pahlawan dan meneladaninya dalam kehidupan sehari-hari.
Selain itu, penggunaan busana adat dalam kegiatan jalan sehat dimaksudkan untuk menumbuhkan rasa bangga terhadap keberagaman budaya yang dimiliki Indonesia.

“Kami ingin siswa mengenal, mencintai, dan melestarikan warisan budaya bangsa. Melalui kegiatan ini, mereka diajak untuk memahami bahwa Indonesia kaya akan adat dan tradisi dari berbagai daerah,” katanya.

Jamaludin menambahkan, kegiatan ini juga diharapkan mampu memperkuat karakter cinta Tanah Air sekaligus menumbuhkan semangat kebersamaan atau ukhuwah Islamiyah di lingkungan sekolah.

Ia turut menegaskan bahwa sejarah bukan hanya milik bangsa, melainkan juga bagian dari identitas sekolah. “Wilayah tempat sekolah ini berdiri dulu dikenal sebagai Genteng Schout, kemudian berubah menjadi Genteng Muhammadiyah karena banyak lembaga pendidikan Muhammadiyah berdiri di kawasan ini, mulai dari TK hingga SMA,” tuturnya.

Melalui kegiatan tersebut, Jamaludin berharap seluruh warga SMPM 2 Surabaya terus menanamkan nilai sejarah dan budaya dalam setiap aktivitas pendidikan. “Sejarah tidak boleh dilupakan. Ia harus dikenali, dihargai, dan diwariskan agar generasi muda memahami jati dirinya,” pungkasnya.

Advertisment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *