spemgalas

Spemgalas Pelopor Asesmen Berbasis Kompetensi Abad 21

smpmtsmusby.com – Suasana penuh antusias terlihat memenuhi Kampus 1 dan Kampus 3 SMP Muhammadiyah 13 Surabaya (Spemgalas) pada Senin–Selasa (1–2/12/2025). Seluruh siswa terlibat dalam pelaksanaan perdana Asesmen Literasi, sebuah model penilaian modern yang mulai diberlakukan tahun ini sebagai salah satu syarat kelulusan, berdampingan dengan Ujian Ibadah, Ujian BTQ, dan Ujian Talent.

Inovasi tersebut menegaskan posisi Spemgalas sebagai sekolah pelopor penerapan penilaian berbasis kompetensi abad ke-21. Melalui sistem terbaru ini, setiap siswa akan menerima tujuh jenis rapor komprehensif yang merekam perkembangan akademik, karakter, dan bakat mereka secara menyeluruh.

Pembelajaran Literasi yang Holistik

Pembukaan kegiatan berlangsung pada Senin dengan sesi sosialisasi intensif, menguatkan pemahaman siswa mengenai konsep literasi yang jauh lebih luas dari sekadar kemampuan membaca dan menulis. Literasi yang dikembangkan meliputi literasi numerasi, digital, pemikiran kritis, kolaborasi, serta kemampuan komunikasi kreatif.

Puncak kegiatan berlangsung pada Selasa, ketika seluruh siswa menyelesaikan proyek sesuai jenjang kelas:

  • Kelas 9 membuat mading tematik,

  • Kelas 8 menyusun infografis berdasarkan buku nonfiksi,

  • Kelas 7 memvisualisasikan infografis dari buku fiksi.

Mencetak Generasi yang Mampu Membaca Dunia

Dwi Prasetyoningsih, Kepala Perpustakaan sekaligus Koordinator Gerakan Literasi Sekolah Spemgalas, menegaskan bahwa asesmen dilakukan bukan hanya untuk menilai, tetapi untuk mengasah berbagai keterampilan penting.

“Kami ingin literasi tumbuh menjadi budaya, bukan sekadar tugas sekolah. Siswa harus mampu membaca dunia, bukan hanya membaca teks,” ujar Dwi.

Apresiasi tinggi juga datang dari para siswa. Radit, Duta Literasi Spemgalas, mengatakan bahwa asesmen berbasis proyek memberikan pengalaman belajar yang berbeda dan menyenangkan.

“Seru karena kami bisa berkarya dan belajar sekaligus. Literasi itu ternyata luas dan membuat kami lebih kreatif. Rasanya bangga bisa ikut memajukan gerakan literasi di Spemgalas,” ungkapnya antusias.

Pendekatan Proyek sebagai Model Penilaian

Asesmen dilaksanakan melalui pendekatan proyek literasi, mencakup proses riset, pengolahan informasi, penulisan dan desain produk media, hingga presentasi dan publikasi karya. Penilaian menggunakan rubrik lengkap pada aspek membaca, menulis, numerasi, literasi digital, dan kemampuan berbicara.

Dengan metodologi penilaian yang menyentuh aspek akademik, karakter, dan kreativitas, Spemgalas menegaskan identitasnya sebagai Sekolah Ramah Bakat sekaligus Pelopor Perubahan. Langkah strategis ini diharapkan melahirkan generasi yang tidak hanya unggul pengetahuan, tetapi juga kreatif, empatik, kritis, dan siap menghadapi tantangan era digital.

Di Spemgalas, literasi bukan sekadar program tahunan, tetapi menjadi gerakan besar untuk menyiapkan masa depan gemilang.

(Hayatun Nufus/AS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *