smp muhammadiyah 13

Our Visitor

001858
Total views : 92636
Your IP Address : 216.73.216.53
Server Time : 2025-11-30

Webinar STAR Tampilkan Kreativitas Murid SMP Muhammadiyah 13 dengan Karya Inspiratif

smpmtsmusby.com – Kegiatan belajar daring terasa berbeda bagi siswa kelas VI SDN Rangkah 6 dan SD Muhammadiyah 3 Surabaya. Pada Selasa (2/9/2025), mereka mengikuti Webinar Student Talk and Research (STAR) yang menghadirkan pengalaman berbagi praktik baik bersama para presenter muda peserta Konferensi Anak Nasional 2025.

Empat pelajar dari SMP Muhammadiyah 13 Surabaya tampil dengan ide segar dan inovatif. Kanaya Queen memperkenalkan Wayang Kardus, seni pertunjukan ramah lingkungan yang berfokus pada pelestarian budaya lokal. Angelica Jessi I. menghadirkan karya kolase berjudul Potret Perempuan dalam Seni, yang sarat dengan kisah dan inspirasi. Sementara Anisa Putri Andara menekankan pentingnya menjaga budaya lewat karya Warisan Permainan Tradisional di Era Digital. Tak kalah menarik, Fatihah Nazilatur Rahma menawarkan solusi kesehatan dengan inovasi camilan Stik Daun Kelor untuk pencegahan anemia.

Webinar yang digelar dalam dua sesi—pukul 09.00–10.00 dan 10.30–11.30 WIB—berjalan interaktif melalui Google Meet. Jalannya acara dipandu hangat oleh moderator Kak Sabriya dan Kak Lailatus. Susunan kegiatan dimulai dari pembukaan, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, menyanyikan Indonesia Raya, pemaparan materi, tanya jawab, hingga penayangan profil sekolah sebelum ditutup secara resmi.

Program STAR ini menjadi bagian dari rangkaian Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) gelombang inden SMP Muhammadiyah 13 Surabaya. Lebih dari sekadar promosi sekolah, kegiatan ini ditujukan untuk menumbuhkan semangat riset dan kreativitas di kalangan pelajar sejak usia dini.

“Anak-anak membuktikan bahwa ide sederhana bisa tumbuh menjadi karya besar ketika digarap dengan ketulusan dan kepedulian. Mereka menjadi teladan bagi generasi sebaya,” ungkap salah satu panitia SPMB.

Dengan penuh keyakinan, para siswa berhasil memikat peserta webinar sekaligus menyampaikan pesan bahwa setiap anak memiliki potensi memberi kontribusi nyata bagi budaya, lingkungan, dan kesehatan melalui karya mereka.

Advertisment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *